Posted by: utheedan on: September 29, 2008
Minggu sore as usual aku ke gereja, yang khotbah pak Budi Marsudi, weiss seneng bow, aku suka khotbah nya dia soalnya..terus selese gereja aku pulang *Lhoh mana ceritanya???ihhh uthe emang edan euyy!!* Jadi gini, di khotbah itu pak Budi bilang “sadarkah saya dan saudara kalau selama ini kita selalu bertaya ‘mengapa ‘ pada Tuhan bukan ‘Bagaimana’..”. Wadoh.., kalimat simple si tapi cukup menohok *sangat menohok mungkin y The*.
Manusia, kita, orang, aku selalu punya masalah. Misalnya, seandainya, umpama aku punya masalah mungkin kita secara otomatis tas tis tis nanya ma Tuhan , Tuhan kenapa ada masalah ini? Tuhan kenapa aku dicobai? Tuhan kenapa si masalahnya g slese slese?Tuhan kenapa, kenapa dan kenapa..ughhh, Taukah qta, dengan kata ‘kenapa’, kita secara g langsung menyalahkan Tuhan, dan ada konfrontasi disana seolah-olah kita g mau nerima masalah yang lagi dihadapin *jadi manusia ga boleh sombong buk*..
Akan lebih baik kalo kita cari solusi dengan berdoa ke Tuhan, dengan bertanya bagaimana y Tuhan, itu nunjukin kalo kita menerima masalah itu dan minta jalan ma Tuhan atas masalah kita, hati jadi damai euy, dan yakin lah kalo solusi pasti ada apalagi kalo kita meminta dalam namaNya..
Mmm..btw, disini aku bukan mempermasalahkan kata-kata tanya yang kita pelajari di pelajaran Bahasa Indonesia..masalahnya adalah bagaimana cara kita menerima kondisi yang pait bahkan sangat pait, apakah kita hanya bisa menyalahkan orang lain atau kita menerima kondisi itu dan nyari solusi. Tapi bukan sembarang solusi bung! cari solusi ma Tuhan, dan kita pasti dapet solusi karena Tuhan penuh kasih, dan kasihnya tak bersyarat..
Thanks Je for everything..Keep praying guys..
October 6, 2008 at 2:05 am
[-o<
^:)^
zzzzz.....